ANALISIS: TENTANG PEMIKIRAN YANG BERPOTENSI MENGHANCURKAN ORGANISASI. (STUDI KASUS MAHASISWA PUNCAK JAYA) - JLHATABLOID
Peradaban Milioner [Admin]:
Home » , » ANALISIS: TENTANG PEMIKIRAN YANG BERPOTENSI MENGHANCURKAN ORGANISASI. (STUDI KASUS MAHASISWA PUNCAK JAYA)

ANALISIS: TENTANG PEMIKIRAN YANG BERPOTENSI MENGHANCURKAN ORGANISASI. (STUDI KASUS MAHASISWA PUNCAK JAYA)

Written By JLHATABLOID on Sabtu, 18 Juli 2020 | 00.09


Foto; Jhon

 "Organisasi Hidup dan Bertahan Bukan Karena Uang Melainkan Kualitas Manusia"
~ Lhaurenz JT.

_Ini sebuah analisis kecil-kecilan sebagai bentuk tanggapan saya setelah membaca beberapa artikel, kutipan, pendapat di media juga mendengar langsung dari beberapa kawan mahasiswa papua yang terkhusus mahasiswa Puncak Jaya Se-Indonesia terkait penyaluran beasiswa yang bersumber dari otsus sesuai kebijakan untuk SDM dibeberapa kota/kab. Di papua. Artikel ini saya tulis bersifat umum tapi Studi Kasusnya “Pemikiran Yang Gonjang Ganjing Terkait Arus Pemikiran Dalam Dinamika Organisasi Pemuda/Mahasiswa/Pelajar Puncak Jaya. Tulisan ini bersifat Tanggapan dan Kritik Pemikiran Mahasiswa Puncak Jaya dan renungan buat Pemda puncak jaya untuk membuat regulasi yang terkordinasi demi pembangunan SDM Puncak Jaya._

*PROLOG*

*Kehidupan manusia tak bisa lepas dari strukturalisme, sebab dengan strukturallah yang mampu menjadi alat dalam gerak kehidupan baik zaman dulu hingga kini.*

Namun dari sudut pandang Sosiologi, Antropologi dan Linguistik, strukturalisme adalah metodologi yang berunsur budaya manusia harus dipahami dalam hal hubungan mereka dengan yang lebih besar, sistem secara menyeluruh atau umum disebut struktur. Ia bekerja untuk mengungkap struktur yang mendasari semua hal yang manusia lakukan, pikirkan, rasakan, dan merasa. Strukturalisme adalah "keyakinan bahwa fenomena kehidupan manusia yang tidak dimengerti kecuali melalui keterkaitan mereka. Hubungan ini merupakan struktur, dan belakang variasi lokal dalam fenomena yang muncul di permukaan ada hukum konstan dari budaya abstrak". (www.wikipedia.org)

Dari kutipan wikipedia tersebut mampu kami telaah bahwa struktur itu penting untuk kebutuhan manusia dari unsur budaya, hal itu terjadi hingga kini hidup sekalipun dengan gerakan teknologi. Struktur itulah yang menjadi pengatur yang efektif dan efisien maka sejak dahulu para filsut atau para cendekiawan sudah mulai mengunakan struktur itu dengan konteks yang formal dengan nama organisasi. Dengan organisasilah struktur tergambarkan secara jelas kemana arah dan tujuan kehidupan baik jangka pendek, menengah dan panjang, dilakukan dengan cara perencanaan, pengaturan, tindakan, evaluasi dan lain sebagainya.

Organisasi tersebut menjadi sesuatu yang formal dalam melakukan suatu tujuan maka tak heran bila filosofi organisasi adalah *“Makhluk sosial berkumpul, melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu”.* Dengan maksud seperti ini maka hal kecil / besar selalu atur secara organisasi sebab dengan organisasilah yang mampu mencapai tujuan. Dengan maksud tersebut juga organisasi memiliki alat-alat penopang yang tidak bisa lepas dalam pencapaian tujuan yaitu seperti; Pengetahuan (sebagai faktor utama gerak organisasi), uang, atribut, simbol, nama dll.

Dari hal tersebut organisasi menjadi penting untuk semua segi maka di tingkat tinggi dan tindah rendah sekalipun seperti dalam rumah tangga selalu ada organisasi atau yang lebih sederhana adalah struktur. Terutama di kalangan gerakan-gerakan dengan cita-cita luhur.

Dalam studi, organisasi menjadi salah satu alat pengembangan diri minat dan bakat, itu terlihat dari gerakan pelajar dan mahasiswa yang selalu aktif dengan filosofi “Belajar, Belajar dan Belajar”. Dengan itulah dimana-mana pemuda dan mahasiswa mengunakan organisasi terutama kalangan studi.

Mahasiswa papua di era otonomi khusus memiliki semangat baru dalam pengembangan diri yaitu dengan mendirikan organisasi-organisasi baik formal dan non formal, luar dan dalam kampus, organisasi mitra dan idenpenden. Salah satunya Mahasiswa Puncak Jaya, kini sekitar 100 kurang lebih organisasi mahasiswa dengan bermacam-macam bentuk seperti bentuk Komunitas, Himpunan, Ikatan, Korwil, Wadah, Keluarga, Pemuda, Solidaritas, Federasi, Forum, Asrama dll terdirikan.

Organisasi dengan bentuk yang berbeda itu namun tujuan hanya 1 secara filosofis dalam catatan Konsep atau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yaitu _“Mencerdaskan Kehidupan Manusia melalui Perkumpulan”._ Tapi pada faktanya berbeda arah gerakan. (kawan pembaca bisa melihat fakta dengan berusaha untuk berdiri dari sisi yang berbeda).

Saya melihat faktanya selama ini Mahasiswa selalu bergantung pada uang untuk menghidupkan organisasi yang didirikan dengan bermacam-macam bentuk itu, maka akhir-akhir ini saya melihat dan membaca reaksi pemuda dan mahasiswa puncak jaya se indonesia dinilai buruk tindakan pemda salurkan dana dengan kebijakan baru yaitu kirim melalui nomor rekening masing-masing mahasiswa. penilaian itu dengan mengatakan bahwa;“akan hancur kalau tidak ada penyaluran uang beasiswa melalui kantor pos/wessel (mengunakan cara sebelumnya) kepada mahasiswa puncak jaya se-indonesia. (sampe hari ini saya tidak mendapat analisis yang jelas mengapa organisasi akan hancur bila beasiswa kirim melaui nomor rekening, jadi kalau kawan kawan ada pemikiran yang baru bisa share. Sebagian sisi saya paham namun sebagaian besar tidak. *Sebab saya melihat dari tindakan pemda puncak jaya salurkan beasiswa melalui nomor rekening ini TIDAK SALAH (sudah efektif), namun yang SALAH adalah Garis Kordinasi dan Garis Konfirmasi*. (_kedua point itu menjadi satu topik diskusi kita selanjutnya_)

­_Next....­_
*Bila kita menelusuri kembali lagi kebelakang dengan menghubungkan kebijakan baru pemda puncak jaya sekarang, justru lebih efektif penyaluran beasiswa melalui nomor rekening dan kebijakan ini memiliki beralasan jelas ketimbang opini mahasiswa yang mengatakan, “Kebijakan Pemda Sekrang Itu Tidak Benar/Akan Hancur Organisasi”. Sebab tujuan utama beasiswa adalah mempermudah mahasiswa dalam studi perkuliahan, dan harapan diberikan beasiswa adalah mahasiswa harus selesai sarjana dan memiliki gelar untuk pulang membangun daerahnya, itu pemikiran pemda mengapa beberapa daerah di papua salurkan beasiswa dari dana otsus. Tapi bila kita periksa lebih dalam lagi, misalnya dari sudut pandang yang berbeda, contoh: tarik ide dari pikiran Pembangunan SDM maka berbeda pula dengan tujuan pemda itu sendiri. Na.. ini perlu di analisis lebih jauh lagi. (_ini menjadi satu topik diskusi lagi nanti_)

*“Disini saya tidak mengupas tentang pengaturan beasiswa sesuai aturan atau versi pemda atau pengertian organisasi namun fokus pada Ketergantungan Mahasiswa Puncak Jaya pada Uang dalam gerakan menghidupkan dan bertahan suatu Organisasi”.*

_Mari lanjut...._
Menurut saya tidak perlu bahkan tidak penting mahasiswa kait-kaitkan uang dengan organisasi dalam menjalankannya sebab kita tau bahwa;

#. Uang bukan faktor utama menjalankan organisasi melainkan faktor pelengkap. (kecerdasan yang menjadi faktor utama dalam gerakan organisasi)
#. Uang bukan primer dalam organisasi melainkan sekunder. (primer organisasi adalah pengetahuan seseorang)
#. Uang bukan alat tujuan melainkan alat bantu. (alat tujuan adalah kemampuan  generasi yang meneruskan generasi berkelanjutan)

Jadi, bila terjadi mahasiswa menilai kebijakan pemda buruk dalam penyaluran beasiswa maka fokus saja kritik dan desak terkait regulasi/kebijakan/penyaluran dana bukan dihubung-hubungkan dengan “Akan Matinya Organisasi”. organisasi selalu bicara kualitas manusia yang dikategorikan sebagai pembangunan SDM bukan bicara kuantitas yang dikategorikan sebagai Jumlah mahasiswa, dan jumlah harta kekayaan.

sejak dahulu sana, organisasi mahasiswa puncak jaya tak pernah menjadi mandiri terutama manusia didalam organisasi itu karena selalu bergantung pada barang konkret (uang, harta dan kekayaan lainnya) bukan pengetahuan maka, hasil ouput organisasi rata-rata menjadi hamba konkret yang tak berkualitas atau kasarnya jadi organisasi abal-abalan di kalangan pemuda dalam studi. Hal ini saya melihat organisasi mahasiswa puncak jaya juga kabupaten lain, pada umumnya di seluruh papua.

Tentang harus ada uang dalam organisasi itu wajar tapi uang tidak menjadi penentu dalam geraknya organisasi, namun organisasi mitra pemerintah selalu dan pasti ada bantuan seperti organisasi yang didirkan dengan atas nama kabupaten/provinsi. (tidak semua, namun pasti saja ada yang begitu) terutama wadah-wadah mahasiswa yang bermitra dengan pemerintah. apalagi era otsus beberapa pemda di papua sudah memiliki regulasi khusus untuk meningkatakan SDM Papua sebagai tujuan salah satunya di kab. puncak jaya maka bantuan pembangunan SDM itu diberikan dalam bentuk Beasiswa juga ada istilah OP/OPerasional/Pemondokan/Asrama perwaktu.

*CEK FAKTA...*
Namun penerapan regulasi/kebijakan pemda dalam meningktkan SDM papua itu bila kita melihat dari sudut pandang yang berbeda justru menjadi atau terjadi pemanjaan/keenakkan dalam organisasi terutama manusianya. Uang otsus disalurkan murni untuk pembangunan SDM tapi penguna rata-rata tidak memanfaatkan semaksimal mungkin dalam studi justru uang menjadi alat kehancuran mahasiswa/pemuda/pelajar bahkan kehancuran organisasi serta perpecahan sesama mahasiswa dalam organisasi, yang LEBIH NYERI ADALAH UANG menjadi PEMBUNUH MENTAL MAHASISWA/PEMUDA/PELAJAR... Bayangkan...????????

hal ini disebabkan kesadaran intelektual masih jauh dari harapan.

Jadi, uang otsus salurkan dengan nama beasiswa murni untuk studi, isinya selalu salah manfaatkan, disitulah kehancuran organisasi mahasiswa seperti kami puncak jaya terlihat sekarang, yang TIDAK MAMPU KELOLAH organisasi dan uang dengan INTELEKTUALITASNYA. karena yang menjadi SEMANGAT Berorganisasi, Bermotivasi, Jiwa Aktif, Jiwa Ikut, Jiwa Kader, Jiwa Organisasi, Jiwa Pemimpin, Jiwa Solidaritas dalam Organisasi Mahasiswa Justru Lahir Atas Dasar ASAL ADA UANG & MAKANAN Bukan ASAL ADA PENGETAHUAN. Ini berbahaya bagi kehidupan manusa secara mental terutama gerakan pemuda yang bervisioner. (buat khusus kami generasi puncak jaya)

“Solidaritas yang selama ini kita bangun di organisasi GAMPANG RUNTUH sebab dibangun dengan UANG bukan dengan AKAL.” ~Jlt

sesuatu yang dibangun berdasarkan KUANTITAS akan gampang runtuh bahkan bisa mati gerakannya sedetik pula. Jangan jauh-jauh dulu, misalnya saja sekarang sudah ada tanda-tanda, mulai ada yang ngutip kata "AKAN HANCUR". sesuatu yang belum terjadi tapi mengunakan kalimat yang benar-benar berpotensi mengHANCURkan ini berbahayanya bagi kita yang dikader dengan uang, harta kekayaan dan kuantitas tertentu. Jadi, saya berharap kita aktifkan diskusi tingkat intelektual agar mampu menyederhanakan masalah untuk menyenderhanakan solusi.

saya setujuh harus ada uang dalam berorganisasi tapi itu bukan faktor utama dalam eksistensi manusia dalam berorganisasi. –Lhaurenz

*EPILOG*

Tulisan ini hanya untuk refrensi tambahan kawan kawan intelektual puncak jaya, terutama organisasi mahasiswa baik itu mitra pemerintah juga wadah idenpenden puncak jaya. Saya berharap kita terus diskusikan persoalan yang bersifat kepentingan umum baik untuk sekarang juga masa depan melalui diskusi, dialog, seminar, menulis dll. Sebab saya melihat kami generasi sudah mulai ikut arus dalam pemikiran penguasa dengan filosofi harus “UTUHkan dan TERTIBkan. Bila hal itu kami tidak mampu bedakan dan posisikan pada tempatnya maka “sejarah intelektual sebagai obor dingin akan kendalikan terus menerus.

*Saran Terkonfirmasi;*
 ~ Penerapan Kebijakan penyaluran beasiswa perlu diperbaiki;
~ Garis Kordinasi dan Garis Konfirmasi antara Pemda dan Mahasiswa Puncak Jaya Terutama Badan Pengurus Perlu di lakukan secara jujur, adil dan benar;
~ Tanggungjawab besar Badan Pengurus membangun kesadaran anggota perlu di aktifkan, sebab hampir 2 dasawarsa ini beku kata “TANGGUNGJAWAB MEMBANGUN KESADARAN”;
~ aktifkan diskusi mahasiswa untuk lahirkan solusi-solusi terbaik;
~ BERHENTI melakukan AKTIF KOLUSIF;

Negeri Utopia, 18 Juli 2020

Dabir: Jhon Lhau’renz Tabunny

0 Komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : |Creating Website By; Maskolis |Template By; Johny |Mas Template
|Proudly Ppowered By; Mastemplate| Home To Blogger
Copyright © 2011. JLHATABLOID - All Rights Reserved
Original Design By; Creating Website By; Anton Boma Modified By; Jhon Lhau'renz Tabunny