KETIKA MUTIARA PUNCAK BERSINAR DI TEMPAT LAIN: SEBUAH REFLEKSI KEHILANGAN KAKAK BESAR SIMSON DAN MOM - JLHATABLOID
Peradaban Milioner [Admin]:
Home » , , » KETIKA MUTIARA PUNCAK BERSINAR DI TEMPAT LAIN: SEBUAH REFLEKSI KEHILANGAN KAKAK BESAR SIMSON DAN MOM

KETIKA MUTIARA PUNCAK BERSINAR DI TEMPAT LAIN: SEBUAH REFLEKSI KEHILANGAN KAKAK BESAR SIMSON DAN MOM

Written By JLHATABLOID on Senin, 23 Februari 2026 | 02.08

Foto, Kakak Besar Simson Dan Mom


Oleh, Jhon Lhaurenz Tabuni (Intelektual Muda Kabupaten Puncak) 


Di tengah kabut dingin yang menyelimuti Puncak, ada sebuah kegetiran yang dirasakan oleh kami, para generasi penerus.


Kabupaten ini, tanah yang kami cintai, sejatinya sedang merindukan sosok "nakhoda" birokrasi yang murni—sosok yang bekerja bukan karena bendera politik, melainkan karena panggilan jiwa untuk menata ulang puing-puing pemerintahan.


Sosok itu kami temukan pada Kakak Besar Simson dan Mom. Ia adalah representasi dari birokrat tulen, intelektual senior yang kapasitasnya melampaui sekat-sekat kepentingan sesaat. Bagi kami, menata Puncak tidak bisa hanya mengandalkan hitung-hitungan kontribusi politik. Negeri ini butuh kompetensi. Negeri ini butuh hati yang melayani.


Namun, realitas berkata lain. Hati kami teriris, bercampur rasa haru dan sedih, ketika melihat aset berharga ini justru melangkah pergi. Kakak Besar Simson, yang sebelumnya mendedikasikan diri sebagai Kabag Ortal Kabupaten Puncak, kini harus membawa kemampuannya ke Provinsi Papua Tengah.


Ini bukan sekadar perpindahan tugas, ini adalah sebuah "tamparan" bagi kita yang ditinggalkan. Ketika orang-orang berkompeten dipandang sebelah mata, diabaikan, dan tidak diberikan tempat strategis di rumahnya sendiri, maka pergilah mereka ke tempat di mana pelita ilmu mereka dihargai. Dan ketika itu terjadi, siapakah yang rugi? Kita. Puncak yang rugi.


Kepergian para senior intelektual ini meninggalkan ruang kosong yang menakutkan bagi kami, adik-adiknya. 


Bagaimana tunas muda bisa tumbuh lurus jika pohon pelindung tempat kami belajar dan berteduh telah bergeser? Kerja di kabupaten lain atau provinsi memang hal wajar, namun menjadi fatal ketika Puncak kehabisan stok birokrat handal karena kegagalan kita dalam merangkul mereka.


Kepada Kakak Besar Simson dan Mom, pergilah ke Provinsi Papua Tengah dengan kepala tegak. Meski ada sesak di dada kami melepas Kakak Besar, kami bangga. Provinsi Papua Tengah beruntung mendapatkan mutiara Puncak yang sempat terabaikan di sini.


Doa kami, para intelektual muda, akan selalu menyertai. Biarlah Tuhan yang menuntun setiap langkah karir Kakak Besar bersama teman-temanya. Jadilah terang di tempat yang baru, meski cahaya itu kini tak lagi bersinar langsung di atap honai kami Kabupaten Puncak. 


Jesus Bless You, Senior. (@⁨Kakak Besar Simson Mom⁩ ) ๐Ÿ˜ข๐Ÿซก๐Ÿ™✝️


Ilaga Dingin, 13 Februari 2026

0 Komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : |Creating Website By; Maskolis |Template By; Johny |Mas Template
|Proudly Ppowered By; Mastemplate| Home To Blogger
Copyright © 2011. JLHATABLOID - All Rights Reserved
Original Design By; Creating Website By; Anton Boma Modified By; Jhon Lhau'renz Tabunny